Weblog DPD LDII Provinsi DKI Jakarta


Audiensi LDII dengan Direktur Direktorat Perlindungan WNI

Posted in 'Kegiatan Tahun 2006,Audiensi by qhj4ever on September 19, 2008
Tags: , ,

Ada yang berubah dalam wajah Departemen Luar Negeri R.I. (Deplu) belakangan ini. Tahun 90-an awal, ketika saya sering meliput kegiatan di Deplu, suasana birokratis terasa kental. Untuk menemui pejabat (meskipun tidak dalam level eselon tinggi), bagi warga kebanyakan tidaklah mudah. Kecuali memiliki relasi yang dekat dengan orang dalam. Itu pun belum jaminan bakal diterima. Karena kadangkala, sang pejabat sedang rapat atau ada kesibukan lain, yang terpaksa membuat orang menunggu atau menunda lagi.

Tapi, kini berbeda. Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengirim surat ke Direktorat Perlindungan WNI untuk beraudiensi. Beberapa hari kemudian, sudah ada jawaban bahwa Direktur Direktorat Perlindungan WNI berkenan menerima DPP LDII. Maka, Rabu, 4 Januari lalu, DPP LDII yang diwakili oleh H.Suhartono R,MBA (Kabid.Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri DPP), Drs.H.Rasthoyo R,MBA (Kabid.Komunikasi, Informasi & Media DPP), Ir.H.Teddy Suratmadji,MSc. (Kabid.Pemberdayaan Wanita DPP), saya sendiri penulis-Iskandar Siregar (Wakil Sekjen DPP), lalu H.Sabarudin,SH (Dep.Hubungan Antar Lembaga DPP), serta Anang (salah seorang dai) berkunjung ke Deplu.

Begitu masuk ke ruangan kerja Ferry Adamhar,SH,LLM., Direktur Direktorat Perlindungan WNI & Badan Hukum Indonesia, para stafnya menyambut kami dengan ramah. Kami menyampaikan bahwa sudah ada janji dengan, maka kami dipertemukan dengan Ferry dan stafnya Riyadi Asirdin (Kasubdit. Bantuan Sosial dan Repratiasi WNI).

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Ferry mengawali pembicaraan dengan menjelaskan fungsi dan peran dari direktoratnya hingga bagaimana kebijakan Deplu saat ini secara ringkas. Intinya, Direktorat Perlindungan WNI ini suatu direktorat baru di Deplu, yang sebelumnya belum pernah ada. Fungsi utamanya adalah memberikan perlindungan bagi WNI di luar negeri, apabila WNI tersebut tersandung masalah. Terlepas, apakah keberadaan WNI di negara itu adalah legal atau ilegal. Rupanya, sikap Deplu ini, menurut Ferry, tidak lepas dari figur Menteri Luar Negeri R.I. yang sekarang yaitu DR. Hasan Wirayudha.
¦lt;br /> Pengalaman Hasan ketika menjadi Duta Besar di Kairo, saat Indonesia dilanda krisis moneter, sangat membekas hingga sekarang. Ketika itu, Hasan berhasil menyelamatkan mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, yang akan dipulangkan karena berbagai masalah. Berkat upayanya dengan bekerja sama pihak setempat, akhirnya sekitar 19 orang mahasiswa Indonesia itu tetap bisa tinggal dan melanjutkan studinya di sana.

Begitu pula, ketika terjadi Bom Bali, Menlu Australia, Alexander Downer segera menemui Hasan di Indonesia. Belum lagi Menlu Australia itu bicara sepatah kata, Hasan sudah langsung angkat bicara. “Bagaimana perlin­dungan bagi WNI yang berada di Australia, apakah mereka aman?” ujarnya. Hasan khawatir, dampak dari Bom Bali, WNI yang berada di Australia akan mendapat balas dendam dari masyarakat setempat. Menlu Australia menjawab dengan tegas bahwa WNI dijamin olehnya tetap aman di sana.

Ini baru sekelumit pengalaman Hasan tentang nasib WNI di luar negeri sehingga pada masa Hasanlah baru dibentuk Direktorat Perlindungan WNI ini. Ferry juga menjelaskan bahwa kini semua diplomat muda yang akan dikirim ke pos luar negeri sudah dibekali dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan untuk menanganinya.

Lalu, para pengurus LDII menjelaskan ‘apa, siapa dan bagaimana LDII”. Sekaligus dalam pertemuan tersebut diserahkan buku Munas LDII VI 2005 dan Majalah Nuansa, agar Ferry dan staffnya mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang LDII.

Akhir pertemuan ini, dilengkapi dengan berbagai saran, yang intinya, mudah-mudahan akan ada pertemuan lanjutan. Antara lain, LDII mengusulkan mengadakan diskusi publik tentang perlindungan WNI di luar negeri. Usul diterima dengan sangat antusias oleh Ferry. Ia pun menyarankan agar LDII mempersiapkan dai dan anggotanya untuk berbagai peluang di luar negeri. Misalnya pemotong hewan ternak dan dai yang dibutuhkan berbagai komunitas muslim di luar negeri.  

Pertemuan tersebut membuat saya dan rekan-rekan DPP LDII merasa puas dan dilayani dengan baik. Semoga apa yang disampaikan Ferry memang demikian adanya. Deplu kini sudah berubah. Semoga sambutan dan pelayanan yang baik, yang kami terima dari Deplu ini juga tetap terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. [is]]

3 Responses to 'Audiensi LDII dengan Direktur Direktorat Perlindungan WNI'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Audiensi LDII dengan Direktur Direktorat Perlindungan WNI'.

  1. udin said,

    langkah bagus, sehingga para warga kita disana menjadi lebih nyaman dalam kehidupannya
    kalau saya boleh tahu apa alamat email LDII di Australia ? amal sholihnya bisa dikirimkan ke email saya.

    Subang.
    Ajkh —

  2. Dewi kIrana said,

    ass.

    saya dewi dari surabaya, saya berniat ingin meneruskan sekolah ke australia, mohon info tentang para jamaah disana dan email atau website yg bisa dijadikan link

    salam
    dewi
    ajkh

  3. Roni Blitar said,

    Bismilah.
    Aslmkm.Apa kbr Aida Ausie.
    AJKK.Salam2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: